Sabtu, 17 September 2011

Nganjuk Sasaran Empuk Pencuri Motor

Nganjuk | Hapra Indonesia Online - Untuk kali kesekian di wilayah kerja Polres Nganjuk kembali disatru maling motor. Curanmor 16/09 menimpa korban bernama Slamet Ariadi (41) petani asal Dusun Gambyok Desa Sidoarjo Kecamatan Tanjunganom
    Dalam laporannya ke kantor kepolisian setempat, awalnya pukul 15.00 wib korban  meparker motor Honda Beat no AG 6662 WU warna hitam tahun 2010 di teras rumahnya. Lantas sekitar pukul 17.00 wib ia ke halaman rumahnya karena teras dipakai buat jemur bawang merah.
    Selanjutnya korban masuk rumah untuk sholat dan kunci motornya masih menancap. Sekira pukul 18.00 wib korban akan pergi pergi untuk hadiri undangan, tetapi ternyata ketika akan mengambil motornya sudah lenyap.
    Akibat kehilangan motor, korban menderita kerugian Rp 10 juta. Dari beberapa kejadian curanmor di wilayah kerja Polres Nganjuk, mayoritas motor hilang karena faktor keteledoran pemilik meninggalkan motor dengan kunci masih menancap. (Agung).

Bakar Sampah Kandang Sapi Ikut Terbakar

Nganjuk | Hapra Indonesia Online -  Sudah beberapa hari ini udara terasa dingin dan angina bertiup cukup kencang, tak heran beberapa tanaman buah mangga mengalami devisit buah karena bunga dan mangga yang masih kecil rontok tertiup angin.
    Kencangnya hembusan angin. 16/09 yang baru lalu sekitar pukul 11.30 wib angin yang bertiup diduga menjadi penyabab kandang sapi terbakar pas warga sedang berangkat sholat Jum'at.
    Dario info yang diperoleh Hapra indonesia online, sampah yang dibakar tersebut melumat kandang sapi milik Sumardi (55) pensiunan PT KAI asal Dusun Kwajon Desa Kebangkerep Baron milik Sumardi.
    Korban yang akan ke masjid untuk menunaikan sholat Jum'at mengetahui  kalau kandang sapinya terbakar dengan kerugian mencapai Rp 7,5 juta, korban dibantu tetangganya bernama Ahmad (51) dan Kasidin (60) (Agung).

Jumat, 16 September 2011

Mobil Hilang Dari halaman Rumah

Nganjuk | Hapra Indonesia Online – Pada tanggal 15/9 15/9 pukul 09.00 dilaporkan adanya kehilangan mobil Mitsubisi pic up putih-09 nopol AG 8164 GB yang diparkir didalam halaman rumah dan pintu halaman rumahnya dikunci.
Dikatakan korban M Burhanul Kharim (27) swasta Dusun Gebangkerep Desa/Kecamatan Tarokan Kediri bahwa STNK, buku KIR mobilnya berada didalam mobil, Diketahui hilangnya mobil saat korban bangun pukul 06.00 wib bahwa mobil hilang pagar kondisi tertutup tanpa gembok. Nilai kerugian mencapai Rp 72 juta
 Sementara itu, di loceret korban Ni’am (29) swasta sda yang tahun dari saksi Rujikah (60) ibunya, waktu bangun tidur lihat mobil Suzuki Katana tahun 1997 hijau metalik AE 1265 NF hilang. Ia beritahu korban tapi cuek dan tidur lagi. Baru pukul 06.00 dicek ternyata benar. Nilai Rp 57 juta
Sedangkan pada 14/09 pukul 05.30 wib di Dusun Awar awar Desa Mancon Wilangan pada korban Catur Rinawati (22) karyawati Desa Sugihwaras Bagor. Awalnya waktu ayahnya korban Rahmad S (68) bangun pagi lalu ke halaman depan dia lihat mobil anaknya Toyota Avanza  silver AG 1076 V yang sudah diparkir, dua ban cadangan cukit nilai Rp 2 juta lalu ia beri tahu anaknya Rina dan lapor Polsek (Agung)

Pulang Bertamu Motor Hilang

Nganjuk | Hapra Indonesia Online – M.Mistahu Subur (30) warga Desa Tanjungrejo Locerer 15/9 sekita pukul 18.45 wib bertamu ke rumah Ali Yusron di Jl. HOS Cokroaminoto Kelurahan Payaman Kecamatan Nganjuk
    Setelah bertemu bertemu Ali ia dipersilahkan masuk setelah urusan selesai, pada pukul 19.30 wib mohon diri untuk pulang, setelah berada di ruar rumah, ia dan Subur (30) warga Desa Tanjungrejo Locerer terkejut karena motornya telah lenyap.
    Saat melaporkan diri ke kantor Kepolisian setempat, Subur mengatakan Honda Revo hitam putih 2010 nopol AG 4989 WU sudah dikunci stir dan akibat hilangnya motor tahun 2010, kerugian mencapai Rp 10 juta
    Sementara itu, pada 14/09/09 pukul 10.30 wib di jalan umum masuk Desa Plosoharji Kecamatan Pace, Nuriyah (47) swasta Desa Ngaban Loceret ketika naik motor Honda Supra X dari barat ke timur tiba-tiba dari belakang ada dua pria yang naik motor Honda Mega Pro hitam dan helm teropong.
Satu dari dua pria tersebut menarik kalung yang dia kenakan dan liontin (bandul) nya dari intan/permata lepas tetapi kalung masih di leher korban. Lalu pelaku lari kearah timur Nilai kerugian Rp 3 juta (Agung)
 

Rabu, 14 September 2011

Resmob Polres Nganjuk ‘Panen’ 395 Burir Pil Koplo

Hapra Indonesia Online – Patroli rutin yang dilakukan Resmob Polres Nganjuk,  13/9/21.00 yan lalu memergok-i perta miras yang digelar segelintir anak muda dan didatangi untuk dilakukan pemeriksaan.
    Dalam pemeriksaan di Dusun Morobau Desa Kerep Kidul  Kecamatan Bagor tersebut dalam saku Bambang Eko (18) pelajar SMU Desa Ngrenger Kecamatan terdapat 16 butir dobel L terpaksa harus ikut ke kantor polisi untuk di mintai keterangan asal usulnya.
    Dalam penanganan lanjutan, akhirnya juga tutur diamankan Leo Agus S (19), Sumaji (27) , Rahman Prasetyo (32). Waktu ditangkap bawa 2 butir yang didapat pil tersebut dari pemasok. Rachman waktu yang ditangkap di rumah
    Saat dilakukan penggeledahan, Rachman ternyata menyimpan 395 butir pil dan uang Rp 32 ribu sisa penjualan pil dobel L. Mereka ber 3 dibawa ke Unit Reskoba Polres Nganjuk untu proses kelanjutannya. (Agung)

Gara Gara Merah Delima, Uangpun Sirna

Nganjuk, Hapra Indonesia Online - Awi (43) warga Dusun Putuk Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom 12/09 lalu sekitar pukul 16.00 wib melaporkan Misnadi (43) Dusun Ringinrejo Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon karena dinilai menipu dirinya.
    Dalam laporannya di kepolisian setempat, Awi mengatakan bahwa dirinya beberapa waktu sebelumnya mendatangi rumah Misnadi dengan maksud melihat batu merah delima. Saat itu Awi didampingi Suparno (47) dan Suharno (60) swasta Dusun Waung Desa Sonoageng Prambon.
    Saat dirumah Misnadi, dikatakan batu merah delima nya ada, namun tidak ditunjukkan dan sebaliknya di tunjukkan patung budha, katanya bisa gandakan uang Rp 250 ribu jadi Rp 250 juta dalam 4 hari.
Turut kata Misnadi yang dirasa meyakinkan, membuat korban tergiur dan serahkan uang Rp 250 ribu tapi setelah 4 hari di datangi, tersangka malah minggat sehingga lapor ke Polsek setempat (agung)

Nganjuk Rawan Curanmor ?

Nganjuk, Hapra Indonesia Online – Karena membutuhkan kelengkapan, Vita E Munisak (18) pelajar asal Desa Sumberwindu Kecamatan Berbek terpaksa mengeluarkan biaya Rp 10 Juta dan mungkin biaya itu tak bakal kembali dan pulang gigit jari.
    Mahalnya biaya pengurusan SKCK di kabro Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk bukan untuk mengurus surat tersebut, tetapi imbas upaya mengurus SKCK. Biaya itu harus dilepas dalam waktu singkat setelah Vita masuk kantor kecamatan. Berbek.
    Pengeluaran biaya ‘mendadak’ tersebut karena motor Honda Vario AG 4954 WN warna putih tahun produksi 2009 harganya Rp 10 juta yang diparkir dilahalam kantor Kecamata Berbek bablas diembat maling dan pulang digit jari.
    Sementara itu,  sorenya sekitar pukul 19.00, Putut Suhendro (51) warga di Jl. MT Haryomo 8 Kelurahan Ploso Kecamatan Nganjuk juga kehilangan motor yang diparkir di teras rumahnya sendiri dan tidak dikunci stang., sementara STNK berada dibawah jok sepeda motor tersebut.
    Hilangnya motor Jupiter merah 2008 senilai Rp 6.5 juta diketahui sekitar 20 menit kemudian. Saat itu anaknya yang bernama Irwan Hadi (17) masih pelajar akan memasukkan motor Jupiter tersebut, saat berada di terasm motornya telah bablas digondol maling.
    Kehilangan kendaraan bermotor dalam sehari dua korban, telah dilaporkan ke Kepolisian setempat, meski telah dikunci, ternyata masih dicuri. Nganjuk rupanya sekarang tak aman dan pencuri gentayangan.(Agung)

Selasa, 13 September 2011

Belok Tanpa Isyarat Bikin Reva Wafat

Nganjuk, Hapraindonesia Online – Reva Zatkiyoko (16) remaja putri yang masih pelajar warga Desa Ganggang Kecamatan Panianrowo Kabupaten Nganjuk 12/9,19.30 wib yang lalu menghembuskan navas terakhir kali di UGD RSU Kertosono karena gagal memperoleh pertolongan.
    Dari sumber yang diperoleh Hapra Indonesia Online dari kepolisian setempat, Reva  menderita luka cukup parah ketika terjadi kecelakaan Lalin di jalan depan PG Lestari. Reva saat kejadian mengendarai motor Supra X tanpa memakai plat nomor karena masih baru.
    Saat kejadian, Kelik Setia W (46) warga Desa Pisang Kecamatan Patianrowo mengendarai motor Super Prima no. AG 6129 WF berjalan dengan kecepatan sedang dari arah selatan tiba-tiba belok tanpa membveri tanda lampu zain,
Sementara itu dibelangangnya terdapat Reva yang mengendarai sepeda motor dengan jarak cukup dekat. Karena jarak dekat dan Kelik belok mendadak, Reva tak dapat menghindari dan lantar menabrak dan jatuh dengan mengalami luka parah pada pelipis mata kiri serta dibagian kaki
     Karena luka yang cukup parah, Reva setelah memperoleh pertolongan langsung dilarikan ke UGD RSU Kertosono namun tak tertolong dan meninggal  dunia akibiat keteledoran pengemudi lain tanpa memberi tanda dan belok mendadak. (Agung).

Senin, 12 September 2011

Pinjam Motor Tukang Ojek Diembat

Nganjuk, Hapra Indonesia Online – Idul Fitri baru saja berlalu, Tukang ojek yang bisa mendapat penumpang cukup lumayan penghasilannya, namun Danang Yosi H (25) warga Dusun Kedungbajul Desa Kalianyar Kertosono bernasib sial.
    Sial yang menimpa Dangang, karena pada 11/09 lalu sekira pukul 17.30 wib mendapat penumpang bernama Erik Estrada (23) warga Desa Lambangkuning Kertosono. Erik waktu itu meminta diantar ke Bengkel Desa/Kecamatan Patianrowo.
    Dapat carteran korbanpun mengantar ke tujuan dari pangkalan ojek di mengkreng menuju bengkel milik Koko (32) diPatianrowo. Sesampai di tempat,  Erik dengan dalih akan buang air di SPBU setempat, lantas pinjam motor milik korban.
    Setelah memperoleh pinjaman motor, Erik lantas mengendarai motor sendirian milik Danang menuju SPBU, namun semakin jauh meninggalkan dirinya, Danang menunggu hingga pukul 20.30 pelaku tak kembali pada dirinya.
    Sadar dirinya baru dikerjai pelaku dan motor Yamaha Yupiter Z Nopol AG 2244 WT dibawa kabur, dirinya lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Akibat motor miliknya dibawa kabur, kerugian yang dialami sekitar Rp 10 juta. (Agung)

Lihat Latihan Silat Gak Selamat

Nganjuk, Hapra Indonesia Online – Dian Risdiana (39), 11/09 lalu meengalami luka dikepala bagian kanan membentuk robekan dengan darah mengucur deras akibat ditupbuk dengan bongkanan semen cor.
    Dari informasi yang diperoleh Hapra Indonesia Online. Korban yang saat kejadian sedang melihat latihan silat Pagas Nusa di Desa Sidokare Kecamatan Rejoso berawal saat dirinya menegor Dedi Kristiawan (17) yang saat datang dengan mengendarai motor yang membunyikan gas berkali-kali.
    Korban yang saat itu bersama Kukuh Eko (18)  mendatangi Dedi, tujuannya mengingatkan dan memohon agar tidak mengganggu latihan Pagar Nusa dengan membunyikan gas motor nya berkali-kali dan  mengganggu konsentrasi latihan silat.
    Ap yang disampaikan oleh korban di perempatan jalan dekan masjid, tidak mendapat tanggapan baik dari Dedi, bahkan beberapa saat kemudian Deni datang lagi tiga orang temannya, masing-masing Indrajid, Yuda dan Ari Wibowo.
    Kedatangan tiga rekan Dedi dan langsung meninju Dian, sementara itu menghantamkan mongkahan semen cor dikepala korban, akhibatnya korban kepala bagian kanan mengalami sobek dan darah mengucur.
    Peristiwa penganiayaan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Rejoso dan dilanjut ke PPA Polres Nganjuk untuk penanganan lebih lanjut (Agung)

Minggu, 11 September 2011

Daftar Murid Embat Duwit

Nganjuk,Hapraindonesia Online – Pelayanan untuk pendaftaran murid baru dilakukan secara optimal dengan harapan bisa mendapat jumlah pelajar disekolahan. Hal itu juga dilakukan oleh Muryati (40) salah seorang guru SD di Dusun Barong Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom.
    Pada tanggal 09/11 lalu, di TK/SD, didatangi salah seorang calon wali murid dengan tujuan mendaftarkan anaknya untuk masuk dan menjadi pelajar di sekolahan tersebut. Namun, rupanya kehadiran calon wali murid tersebut harus berakhir dengan penanganan hukum pihak Polsek Warujayeng.
    Info yang diperoleh Hapra Indonesia, calon walimurid bernama  Yeni Sulistiyowati (36) Jl Ahmad Yani 25 Desa/Kecamatan Sambong Santren Kabupaten Jombang saat mendaftarkan anaknya, melihat tas milik Muryati tergeletak ditaruh di lantai dekat kursi yang didudukinya.
    Tas milik Muyati yang berisi uang didalam dompet sebesar Rp 500 ribu (1 lembar Rp 100 ribu dan 8 lembar Rp 50 ribuan) entah bagaimana caranya saat itu bisa diambil oleh Yeni. Peristiwa pengambilan tas ternyata diketahui rekan guru korban guru TK bernama Titik Bintarti (24).
    Karena kepergok mengambil tas milik korban, akhirnya Yeni Sulistiyowati dilaporkan ke pihak Polsek Warujayeng untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Agung)

Ditinggal Sholat, Motor Diembat

Nganjuk,Hapraindonesia Online – Mustofa (32) pekerja swasta, 9/9 lalu melakukan kewajiban sholat mahrib di masjid Dusun Wonosari Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dan baru meninggalkan masjid tersebut pukul 19.30 seusai melakukan sholat isya’.
    Namun betapa terkejutnya, korban karena motor Honda Revo AG 2335.. seharga Rp 7 juta yang diparkir dihalaman masjid. Dikatakan Mustofa ketika melaporkan ke Polsek Warujayeng,  saat memasuki masjid, kunci motor masih menancap di motor dan STNK berada dibawah jok,
Milik Mustofa (32) swasta. Pada motor Honda Revo hitam AG 2335…. yang diparkir dihalaman kondisi kunci masih menancap dan STNK berada dibawah jok. Lalu ia solat mahrib. Usai isya’ pukul 19.30 baru pulang. Ia kaget motornya seharga Rp 7 juta telah hilang, lalu lapor ke Polsek Warujayeng. (Cahyo).

Senin, 08 Agustus 2011

Gantung Diri di Kandang Sapi

Nganjuk, HAPRA Indonesia – Wakidi (70) petani warga Dusun Sumbermeneng Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk 5/8 lalu sekitar pukul 14.00 diketemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung dalam kandang sapi miliknya sendiri.
    Dari info yang diperoleh Hapra Indonedia, Wakidi sekitar pukul 14.00 wib sepulang dari sawah, singgah ke warung milik Jinem (60) untuk membeli mentimun dan mengucapkan “Aku arepe mati” (aku akan meninggal). Setelah mengucapkan kata tersebut kepada Jimen, Wakidi pulang.
    Dengan ucapan yang dilontarkan Wakidi, Jinem was-was takut terjadi sesuatu terhadap Wakidi. Selanjutnya dia menyuruh anaknya bernama Suwandi (24) untuk kerumah Wakidi untuk melihat  ada apa disana dan bagaimana Wakidi.
    Suwandi disuruh ibunya langsung berangkat, sesampai di tempat, ia memangil Wakidi sebanyak dua kali. Karena tak ada sahutan, Suwandi melihat keadaan rumah. Dengan mengintipdari lubang dinding yang terbuat dari bamboo (Jawa = gedhek) terkejut karena ada yang menggelantung di kandang sapi. Kemudian diketahui Wakidi telah meninggal dalam keadaan tubuh menggelantung. (Agung)
   

Tertiup Angin, Kandang Sapi Membara

Nganjuk, HAPRA Indonesia – Sukran (52) petani warga Desa Gebangkerep Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, 7/8 sekira pukul 01.00 wib dibangunkan oleh anaknya bernama Joko (35). Joko memberitahukan  bahwa ia mendengar ada suara lenguhan sapi dan dikandangnya gaduh.
    Setelah bergegas ke kandang sapi miliknya, bapak dan anak ini terkejut melihat kondisi kandangnya. Mengetahui kandang sapinya terbakar, berteriak dan teriakan minta tolong segera warga sekitar membantu memberi pertolongan.
    Kobaran api di kandang sapi miliknya saat mendekati acara makan sahur, dugaan sementara akibat angina bertipup kencang dan  menyambar jerami hingga jatuh di perapian untuk penghangat kandang sapi. (Jawa = diang/bediang).Akibat kebakaran di kandangnya, Sukran menderita kerugian sekitar Rp 5 juta. (Agung)

Rabu, 06 Juli 2011

Cium Pipi Penyanyi Dilaporkan Polisi

Nganjuk, HAPRA Indonesia – Gaya lenggak lenggok penyanyi cantik yang punya seambrek idola, penyanyi yang juga mahasiswi ini lapor polisi. Yang dilaporkan pria iseng yang kesengsem dengan gaya si penyanyi.
    Selly Bin Tari Purnamasari (18) penyanyi warga Desa Juwono Kecamatan Kertosono, sesuai info yang diperoleh Tim Telusur Jejak Hapra Indonesia di Nganjuk, menyatakan bahwa Purnamasari telah dilecehkan oleh Andre Esta W (17) pekerjaan swasta.
    Kejadiannya, saat itu (4/7)sedang show diiringi musik electone di Desa Sekaran Loceret. Andre mungkin kesengsem dengan desah bibir sensual Purnamasari dan gaya saat melantunkan lagu. Andre yang tak tahan melihat penampilan Purnamasai langsung naik panggung ikut joget.
    “Joget sih joget siapa yang sewot, tapi kalau habis joget cium pipi Purnamasari....ya dilaporkan polisi” mungkin kalimat itu bisa mewakili gerutu sebagian penonton. Khususnya Purnamasari sendiri. Perbuatan mencium diatas panggung dan disaksikan khalayak adalah bentuk pelecehan seksual.
    Akibat perbuatannya itulah, Selly Bin Tari Purnamasari tak terima dan memberi pelajaran sekaligus ‘uji keampuhan’ tegaknya supremasi hukum di jajaran Polres Nganjuk untuk menindak pelanggar hukum dengan katagoti pelecehan seksual dihadapan massa.
    Nah.... akibat kesengsem penyanyi dan nyium pipi... Andre akhirnya dilaporkan polisi dan dicari untuk mendapat inapan gratis di bui. Akibat dicium....Purnamasari sempat berontak dan turun panggung lantas lapor polisi (Agung)

Senin, 04 Juli 2011

Bakar Ranjang Rumah Terbakar

Nganjuk,HAPRA Indonesia - Penyandang gangguan mental (sakit jiwa) susah dijerat dengan sanksi hukum karena melakukan diluar kesadarannya. Kelakukan penyandang sangguan mental yang mengakibatkan kerugian terjadi di Nganjuk.
    Tim Telusur Jejak Hapra Indonesia di Nganjuk mendapati bahwa 1/7 lalu sekira pukul 03.00 wib terjadi kebakaran dan prakiraan sementara kerugian ditaksir sekitar Rp 3 juta. Korbannya Warti (52) petami Dusun Ngrandu Desa Putren Kecamatan Sukomoro Nganjuk.
    Info yang dikumpulkan Tim Telusur jejak Hapra Indonesia, pelaku pembakaran  Choirul Aman pegawai swasta yang diduga penyandang gangguan mental telah membakar ranjang tempat tidurnya sendiri dan merembet membakar rumah yang ditinggali.
    Kejadian tersebut sesuai penjelasan Sriyati (50) warga setempat mengatakan bahwa malam itu dia terbangun karena mendengar suara bambu terbakar serta aromamya menebar. Selanjutnya Sriyati melihat sumber suara untuk memastikan  ada apa sebenarnya.
    Setelah mengetahui kalau rumah tetangganya terbakar, Sriyati teriak-teriak di tengah malam itu untuk meminta pertolongan yang sebelumnya juga membangunkan Mat Bakri. Sriyati dan Mat Bakri dibantu warga setempat segera ambil tindakan untuk memberikan pertolongan pemadaman api yang berkobar. (Agung)

Polres Endus & Tangkap Penambang Liar

Nganjuk,HAPRA Indonesia - Menjamurnya penambangan liar golongan C (batu dan tanah urug) di Kabupaten Nganjuk membikin resah. Hal itu karena dengan penambangan yang tak sesuai dengan keperuntukan dan lokasi sembarang sangat berdampak terhadap pengerusakan dan mengundang bencana.
    Untuk menjaga lingkungan atau kawasan Nganjuk jangan menjadi pelanggan bencana, terutama banjir. pihak terkait selalu berupaya melakukan penggawasan dan penindakan terhadap para pelaku.
    Di Desa Cepo Kecamatan Berbek, 1/6 lalu di sisir pihak Kepolisian Resort Nganjuk. Gelar OPS yang dilakukan Reskrim Polres Nganjuk tersebut nenangkap pelaku penambangan liar. tersangka Kusnan (63) warga Desa Kuncir Kecamatan Ngetos berhasil diciduk.
    Info yang diperoleh Tim Telusur Jejak Hapra Indonesia di Nganjuk, data yang diperoleh bahwa pelaku Kusnan, saat ditangkap pihak Reskrim Polres Nganjuk berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa cangkul, pali dan linggis serta sekrop.
    Sumber yang diperoleh Tim Telusur Jejak Hapra Indonesia, bahwa penangkapan terhadap tersangka pada saat sedang melakukan aktifitas penambangan liar. Saat ini perkara diproses di Polres Nganjuk. (Agung)

Kamis, 30 Juni 2011

Laporan Palsu Terbit Sertifikat Baru

Nganjuk HAPRA Indonesia – Jual beli tanah dengan secara sah dengan kepemilikan sertifikat bagi pembeli dari orang lain, semestinya bisa dimiliki secara aman, namun di Nganjuk pembeli tanah bersertifikat ini sempat terperanjat.
    Hal itu dialami oleh Suyono (56) warga Jl Barito 50 Kelurahan Mangundikaran Kecamatan Kabupaten Nganjuk. Oleh ulah Kamituwo Desa Pace Wetan Kecamatan Pace Nganjuk dengan laporan palsu yang dilakukan.
    Info yang diterima redaksi HAPRA Indonesia, menyebutkan bahwa Sertifikat Tanah miliknya yang obyeknya berada di Kelurahan Mangundikaran no.NIB 12.26.13. 07-00629 Nomor 28 75/1981,no. Hak milik 312 memilikiu luas tanah 671 M2 dibeli pada tanggal 27 Desember 2007.
Pembelian tanah oleh Suyono, dibeli dari almarhum Djumini selaku pemilik tanah sebelumnyam namun 29/6 lalu terusik adanya penerbitan sertifikat atas tanah miliknya tersebut. Meski demikian, Suyono bisa tetap menjadi pemilik karena adanya dokumen pembelian dan saksi-saksi yang mendukung.
Diketahui, adanya peberbitan sertifikat baru dari sebidang tanah di berada di Kelurahan Mangundikaran akibat adanya laporan palsu ke 23/6 lalu, pelaku laporan palsu dengan menyebutkan telah kehilangan sertifikat tersebut untuk penerbitan tanah yang telah dibelinya seorang oknum perangkat.
Laporan palsu tentang kelihalangan sertifikat tanah ke Polsek Bagor, pelakunya Muhhini (56) Kamituqo Desa Paceweran Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Dengan laporan palsu yang dibuatnya, Perangkat yang bikin ulah harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan dakwaan memberikan laporan palsu. (Agung)

Diesel Penyedot Air Raib di Gubug Sawah

Nganjuk HAPRA Indonesia – Slamet (58) warga desa Grojogan Kecamatan Berbek Nganjuk dan Sumadi (55) pekerjaan PNS tinggal di Desa Bulutawing Kecamatan Berbek, 25/6 lalu bernasib sial gagal mengairi air disawah miliknya.
    Hal itu karena mesin diesel yang biasa digunakan untuk mengalirkan air ke sawah dan disimpan di gubug, ketika didatatangin dan akan digunakan mengairi sawah telah tak ada ditempat semula. Dicari kesana kemari tak ada juga.
    Hilangnya menis penyalur air tersebut, akhirnya oleh ke dua korban dilaporkan kepada Mujiono (32) selaku Jogoboyo desa setempat. Setelah melaporkan ke Jogoboyo, maka ke dua korban bersama Jogoboyo melakukan pencarian.
    Upaya pencarian tersebut tak membuahkan hasil dan selanjutnya dilaporkan ke  Polsek setempat. Akibat mesin diesel tersebut hilang, korban mengalami kerugian mencapai Rp 11 juta (Agung)

Penipu ‘Jemput Bola’

Nganjuk HAPRA Indonesia – Biasanya penipu ngembat kendaraan bermotor terjadi di jalanan untuk memperdayai korbannya. Namun di Nganjuk ini agak sedikit beda. Pelaku ngembat kendaraan bermotor justru mengambil dari rumah korban sepengetahuan pemiliknya.
    Lara Claudia (26) dan Ayu Rahayu (24) warga Desa Tiripan Kecamatan Berbek kabupaten Nganjuk, 27/6 lalu menjadi korban penipuan dan motor Honda Beat AG 3009 WA warna biru keluaran tahun 2008 diembat penuipu.
    Penuturan korban ketika melaporkan kejadian penipuan yang dialami ke Polsek Berbek, dikatakan bahwa korban sebelumnya sempat berkenalan kepada tersangka di stasiun KA Mojokerto, dari perkenalan itu, tersangka bertandang ke rumah korban.
    Dalihnya pinjam motor untuk mengambil uang di ATM Bank Mandiri Manjuk, entah mengapa, korban begitu percaya kepada pelaku yang baru dikenalnya untuk meminjami motor miliknya.
Dengan tutur kata manis pelaku berhasil mengentarai motor incarannya meninggalkan pekarangan rumah korban dengan santai, waktu bergulir, ditunggu tak pernah kembali, akhirnya kedua korban sadar telah menjadi sasaran penipu sehingga kasus tersebut dilaporkan. Kerugian korban dengan raibnya motor, mencapai Rp 11 juta. (Agung)

Info Pilihan

  © HAPRA INDONESIA Media Group ...Berani.Cerdas . Realistis

Ke : HALAMAN UTAMA